BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Morfologi adalah
pengetahuan tentang bentuk (morphos). Morfologi dalam cabang ilmu biologi
adalah ilmu tentang bentuk organisme, terutama hewan dan tumbuhan dan mencakup
bagian-bagiannya. Morfologi bakteri dapat dibedakan menjadi dua yaitu morfologi
makroskopik (morfologi koloni) dan morfologi mikroskopik (morfologi seluler).
Morfologi makroskopis yaitu bentuk bakteri dengan mengamati karakteristik
koloninya pada lempeng agar. Karakteristik koloni dibedakan atas dasar bentuk
koloni, ukuran koloni, pinggiran (margin koloni), peninggian (elevasi), warna
koloni, permukaan koloni,konsistensi dan pigmen yang dihasilkan koloni.
Populasi bakteri tumbuh sangat cepat ketika mereka ditambahkan dan disesuaikan
dengan gizi dan kondisi lingkungan yang memungkinkan mereka untuk berkembang.
Melalui pertumbuhan ini, berbagai jenis bakteri kadang memberi penampilan yang
khas. Morfologi mikroskopik adalah karakteristik bakteri yang dilihat melalui
pengamatan dibawah mikroskop. Bentuk bakteri sangat bervariasi, tetapi secara
umum a bentuk bulat/kokus, bentuk batang/basil dan bentuk spiral/spirilium (Sukini, 2017: 15 – 18).
Terdapat 3 bentuk dasar
sel bakteri (Boleng, 2015: 28) :
1.
Sel bakteri berbentuk bola atau kokus,
jamak = koki (Coccus). Berdasarkan atas
pengelompokkan selnya, bentuk kokus ini kemudian dikelompokkan menjadi :
a. Dilokokus,
yaitu penataan sel bakteri kokus dalam kelompok dua-dua sel.
b. Streptokokus,
yaitu rangkaian sel bakteri kokus membentuk rantai panjang atau pendek.
c. Tertrad,
yaitu penataan sel bakteri kokus dalam kelompok empat-empat sel, membentuk
persegi empat.
d. Stafilokokus,
yaitu kumpulan sel-sel bakteri kokus yang tidak beraturan (bergerombol)
membentuk seperti penataan buah anggur.
e. Sarcina,
yaitu kumpulan sel-sel bakteri kokus membentuk kubus, yang terdiri dari delapan
sel atau lebih.
2.
Sel bakteri berbentuk batang atau basil
(Bacillus). Bentuk bakteri basil, akan membentuk beberapa macam pengelompokkan
selnya, yaitu :
a. Diplobasil,
yaitu penataan sel bakteri basil yang berkelompok dua-dua sel, atau berpasangan
(dua-dua sel).
b. Streptobasil,
yaitu penataan sel bakteri basil yang membentuk rantai.
3.
Sel bakteri berbentuk spiral, tunggal =
spirilum, jamak = spirilia. Bakteri yang berbentuk spiral, tidak membentuk
pengelompokkan atau saling menempelkan dinding selnya dengan dinding sel
bakteri lain. Bakteri spiral selalu berada secara terpisah-pisah (tunggal).
Masing-masing spesies berbeda dalam panjang sel, serta ketegaran dinding
selnya.
Prinsip dari isolasi
mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lain yang berasal
dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat dilakukan dengan
menumbuhkannya dalam media padat, sel-sel mikroba akan membentuk koloni sel
yang tetap pada tempatnya. Beberapa cara atau metode untuk memperoleh biakan
murni dari suatu biakan campuran. Dua diantaranya yang paling sering digunakan
adalah metode cawan gores dan metode cawan tuang. Yang didasarkan pada prinsip
pengenceran dengan maksud untuk memperoleh spesies individu. Dengan anggapan
bahwa setiap koloni dapat terpisah dari satu jenis sel yang dapat diamati (Pujianto, dkk., Jurnal Biologi. Vol. 6(1), 2017: 59 – 64).
Bentuk koloni dari
bakteri Enterobacter agglomerans
adalah berwarna abu-abu, tepian rata, sudut elevasi cembung, konsistensi berlendir,
permukaan halus, berbentuk bulat sedang, untuk morfologi gram negatif, tidak
berspora, dan bentuk bacil pendek. Bentuk koloni dari bakteri Bacillus subtilis adalah berwarna putih
pucat, tepian tidak rata, sudut elevasi datar, konsistensi tidak berlendir,
permukaan kasar dan kering, berbentuk bulat sedang-besar, untuk morfologi gram
positif, berspora, dan bentuk bacil pendek. Bentuk koloni dari bakteri Aeromonas schubertii adalah berwarna
abu-abu-kuning, tepian rata, sudut elevasi cembung, konsistensi berlendir,
permukaan halus, berbentuk bulat sedang, untuk morfologi gram negatif, tidak
berspora, dan bentuk bacil pendek (Jiwintarum,
dkk., Jurnal Kesehatan Prima. Vol.
11(2), 2017: 124 – 136).
Isolasi bakteri asosiasi
alga merah dari tiga sampel alga merah yaitu Kappaphycus alvarezii, Gelidiella
acerosa, dan Eucheuma spinosum
mendapatkan 7 isolat murni. Berdasarkan karakterisasi morfologi koloni, isolat
tersebut ada yang berwarna putih, krem, dan oranye, sedangkan untuk morfologi
sel diketahui bahwa ketujuh isolat tersebut merupakan bakteri gram positif
dengan bentuk basil dan kokus (Budiharjo,
dkk., Jurnal Biologi, Vol. 2(2),
2013: 11 – 17).
DAFTAR
PUSTAKA
Boleng T. D., dkk. 2015. Bakteriologi; Konsep – Konsep Dasar. Malang: UMM Press.
Budiharjo A., dkk. 2013. Isolasi dan Karakterisasi
Morfologi Koloni Bakteri Asosiasi Alga Merah (Rhodophyta) dari Perairan Kutuh Bali. Jurnal Biologi. Vol. 2(2): 11 – 17.
Jiwintarum S., dkk. 2017. Karakteristik Morfologi,
Koloni dan Biokimia Bakteri yang Diisolasi dari Sedimen Laguna Perindukan
Nyamuk. Jurnal Kesehatan Prima. Vol.
11(2): 124 – 136.
Pujianto S., dkk. 2017. Isolasi dan Identifikasi
Bakteri Genus Sphingomonas dari Daun
Padi (Oryza sativa) di Area
Persawahan Cibinong. Jurnal Biologi.
Vol. 6(1): 59 – 64.
Sukini, dkk. 2017. Bahan
Keperawatan Gigi; Mikrobiologi. Jakarta: KEMENKES 2017.
.png)






0 comments:
Post a Comment